Rabu, 14 Desember 2022

Komunikasi Antar Atasan dan Bawahan Terhadap Motivasi Kerja di Bank BRI Cimahi

 

Communication Between Superiors and Subordinates on Work Motivation at Bank BRI Cimahi

Komunikasi Antar Atasan dan Bawahan Terhadap Motivasi Kerja di Bank BRI Cimahi

 

 

 

Nabilla Nur Fawwaztri

nabilla.nur.abs21@polban.ac.id

Administrasi Bisnis/Administrasi Niaga

Politeknik Negeri Bandung

 

 

Abstract

 

The pattern of communication carried out by superiors can create good interactions in the bank's office environment. So that there are goals and benefits of communication itself. With good communication, a company can run smoothly and successfully. Conversely, if there is no communication it can hinder the achievement of the vision and mission of the organization. Types of Work Motivation According to (Study et al., 2022) there are two types of work motivation. Another approach is communication as an organization, which means that the organization is the result of the communication of those within it. One of the main elements in achieving its goals is human because it is humans who can determine a goal, and humans who formulate tactics in the company. Information about the work results of employees that have been conveyed by superiors, either in the form of criticism or praise. From this it can be concluded that a boss can be an active listener and able to analyze any information obtained. The pattern of superior communication in building bank employee work motivation, in the author's opinion, is very good because superior communication is able to build a sense of employee morale. But employees who lack or do not have a motivation in doing all the work given. However, if in the work being carried out there are many difficulties felt by employees in obtaining information from above. Communication within organizations focuses on building relationships and interacting with internal and external organizational groups or the public interested in the organization. Downward Communication The flow of messages from superiors or leaders in the organization to its employees. In this communication, supervisors can see whether subordinates understand what is meant or recommended. This is a form of correction from superiors, both in the accuracy of the words used and the sentence structure of incoming letters. Work productivity A thing that is done by employees can increase the effectiveness and efficiency of work of employees. The existence of this positive motivation can encourage employees to improve their performance.

Keywords: Communication, Motivation, Superiors, Subordinates

 

Abstrak

 

Pola komunikasi yang dilakukan atasan dapat membuat interaksi yang baik dilingkungan kantor bank tersebut. Sehingga adanya tujuan dan manfaat dari komunikasi itu sendiri. Dengan adanya komunikasi yang bagus, suatu perusahaan bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Sebaliknya, jika tidak adanya komunikasi dapat menghambat tercapainya visi dan misi organisasi tersebut. Jenis-jenis Motivasi Kerja Menurut (Studi et al., 2022) terdapat dua jenis dalam motivasi kerja. Pendekatan lainnya adalah komunikasi sebagai organisasi yang artinya, organisasi adalah hasil dari komunikasi mereka yang ada di dalamnya. Salah satu unsur utama tercapainya tujuan adalah manusia karena, manuasia yang dapat menentukan suatu tujuan, dan manusia yang merumuskan taktik dalam perusahaan. Informasi mengenai hasil kerja pegawai yang telah disampaikan atasan, baik dalam bentuk kritikan ataupun pujian. Dari hal tersebut dapat diambil bahwa seorang atasan dapat menjadi pendengar yang aktif dan mampu menganalisis setiap informasi yang didapat. Pola komunikasi atasan dalam membangun motivasi kerja pegawai bank, dalam penilaian penulis sudah sangat bak karena komunikasi atasan mampu membangun rasa semangat kerja pegawai. Tetapi karyawan yang kurang atau yang tidak memiliki suatu motivasi dalam melakukan seluruh pekerjaan yang diberikan. Namun, apabila dalam pekerjaan yang sedang dilakukan banyak kesulitan yang dirasakan pada para pegawai dalam mendapatkan informasi dari atasa. Komunikasi dalam organisasi berfokus dalam membangun hubungan dan berinteraksi dengan kelompok organisasi internal dan eksternal atau publik tertarik pada organisasi tersebut. Komunikasi Kebawah Arus pesan dari atasan atau pimpinan dalam organisasi tersebut kepada para karyawannya. Dalam komunikasi ini memberikan supervisor dapat melihat apakah bawahan mengerti apa yang dimaksud atau diperintahkan. Hal tersebut adalah bentuk koreksi dari atasan, baik dalam ketepatan kata-kara yang digunakan maupun susunan kalimat terhadap surat-surat yang masuk. Produktifitas kerja Suatu hal yang dilakukan pegawai dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja para pegawai. Adanya motivasi positif ini dapat memberikan semangat bagi pegawai dalam meningkatkan kinerjanya.

Kata kunci: Komunikasi, Motivasi, Atasan, Bawahan

 

1.     Latar Belakang/Pendahuluan

Dunia perkantoran sangatlah kompetitif hal ini menunjukan jika perusahaan memiliki ukuran daya saing yang tinggi. Untuk menyelesaikan perkara tersebut, dapat menggunakan salah satu sumber daya manusia atau kinerja karyawannya yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan. SDM atau Sumber daya manusia adalah suatu harta yang paling bernilai bagi setiap perusahaan, merupakan pelopor dari aktivitas perusahaan dan membantu dalam tercapainya tujuan perusahaan.

Dari banyak nya macam bagian penting dari suatu perusahaan atau kantor sumber daya manusialah salah satu bagian terpenting. Salah satu unsur utama tercapainya tujuan adalah manusia karena, manusia yang dapat menentukan suatu tujuan, dan manusia yang merumuskan taktik dalam perusahaan.

Visi dan misi suatu perusahaan akan lebih mudah untuk tercapai, jika karyawannya memiliki prestasi yang bagus. Untuk memenuhi prestasi ini dipengaruhi melalui disiplin dalam bekerja dan dorongan dalam bekerja yang baik melalui karyawannya

Kinerja pegawai merupakan pencapaian kualitas dan kuantitas yang telah dicapai karyawan dalam pengembangan tanggung jawab setiap organisasi, yang dapat dilihat dari prestasi yang telah dicapai oleh setiap pegawai

Perlunya komunikasi untuk setiap manusia, sama halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang bagus, suatu perusahaan bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Sebaliknya, jika tidak adanya komunikasi dapat menghambat tercapainya visi dan misi organisasi tersebut. Menurut William J. Seller, “Komunikasi adalah proses di mana symbol verbal dan non-verbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti.” (David, 2011)

Normalnya setiap perusahaan atau dalam berorganisasi menginginkan segala kegiatannya berjalan tanpa adanya suatu permasalahan yang berpotensi menghambat aktivitas. Tetapi karyawan yang kurang atau yang tidak memiliki suatu motivasi dalam melakukan seluruh pekerjaan yang diberikan. Menurut winardi,

“Motivasi adalah pemberian gaya penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang bekerja agar efektif dan terintegrasi dengan segala daya upaya untuk mencapai kepuasan.”(David, 2011). Dengan demikian karyawan harus dimotivasi sehingga sasaran tersebut dapat dicapai. Motivasi mempersoalkan mendorong gairah pegawai, agar mereka mau bekerja dengan memberikan seluruh kemampuan dan kreativitas yang dimiliki oleh pegawai untuk mencapai target yang telah ditentukan di awal penugasan.

Setiap karyawan memiliki kebutuhannya masing-masing baik dengan bentuk fisik maupun non fisik agar dapat hidup secara layak. Kebutuhan yang diperlukan dapat terpenuhi melalui imbalan dalam pekerjaannya. Jika kebutuhan para pegawai dapat terpenuhi, maka kepuasan kerja karyawan akan meningkat.

Kinerja karyawan bergantung pada beberapa faktor salah satunya komunikasi. Ada beberapa macam komunikasi, pada penelitian ini saya meneliti komunikasi antara atasan dan bawahan, karena bank merupakan lembaga yang jelas dan terstruktur, dan mempunyai suatu prosedur yang baku.

 

Berdasarkan uraian di atas, maka judul penelitian ini adalah Komunikasi Antara Atasan dan Bawahan Terhadap Motivasi Kerja di Bank BRI Cimahi

 

2.     Tinjauan Pustaka

2.1. Komunikasi Organisasi

Menurut Goldhaber, komunikasi organisasi sangat membantu untuk, menyelesaikan suatu tugas yang berkaitan mengenai posisi dan tanggung jawab mulai dari layanan, dan produksi, lalu dapat menyesuaikan dengan perubahan melewati kreativitas dan penyesuaian individu dan dalam organisasi, Menyelesaikan tugas melalui kebijakan, urutan prosedur, atau suatu peraturan yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut, dalam hal menyelesaikan tugas juga dapat membantu dalam berkomunikasi melalui pemeliharaan dalam kebijakan peraturan dalam operasi harian, pengembangan dalam hubungan manusia diarahkan kepada orang-orang pada organisasi  dalam kepuasan, sikap, dan moral mereka. (Atmaja & Dewi, 2018)

            Komunikasi dalam organisasi berfokus dalam membangun hubungan dan berinteraksi dengan kelompok organisasi internal dan eksternal atau publik tertarik pada organisasi tersebut. Dalam (Atmaja & Dewi, 2018) dijelaskan mark koschman dalam video YouTube animasinya, untuk melihat komunikasi organisasi dapat dilakukan melalui dua cara, melalui pendekatan konvensional yang berfokus pada komunikasi dalam organisasi. Pendekatan lainnya adalah komunikasi sebagai organisasi yang artinya, organisasi adalah hasil dari komunikasi mereka yang ada di dalamnya. Komunikasi bukan hanya tentang pengiriman pesan antara pengirim dan penerima. Secara harfiah komunikasi suatu hal yang membentuk dunia sosial manusia.

 

2.1.1.              Proses Komunikasi

Menurut (Julian, 2017) dalam proses komunikasi yang melibatkan unsur-unsur antar pegawai atau anggota dari suatu organisasi diantaranya sebagai berikut:

1.     Sumber

Sumber dari adanya informasi yang memiliki kebutuhan dan keinginan untuk memberikan gagasan pikiran kepada pihak lain.

2.     Pengubahan informasi ke dalam sandi

Langkah ini mengubah berita dengan bentuk simbol verbal dan non-verbal yang dapat mengubah atau memindahkan kata-kata percakapan atau tulisan, gerakan, maupun angka.

3.     Pengiriman informasi

Langkah ini menjelaskan pilihan komunikator terhadap media. Komunikasi lisan dapat diberikan melalui macam-macam saluran, salah satu contohnya telepon atau video. Dalam hal ini tidak hanya dilakukan oleh kelompok tetapi dapat dilakukan secara pribadi.

4.     Penerimaan berita

Langkah ini penerima informasi dari pihak penerima informasi melalui panca indra seperti pendengaran, penglihatan, pengecap, penciuman, dan perabaan. Dalam pengiriman informasi belum lengkap atau tidak terjadi jika salah satu pihak belum mendapatkan informasi.

5.     Umpan balik

Setelah diterima nya informasi lalu diterjemahkan, penerima informasi tersebut dapat menyampaikan informasi balasan yang ditujukan kepada pengirim atau orang lain.

 

2.1.2.              Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi

Menurut (Julian, 2017) faktor yang dapat mempengaruhi komunikasi yaitu dapat dari pihak komunikator atau sender dan faktor dari pihak receiver komunikan

1.     Faktor dari pihak sender (komunikator)

a.     Keterampilan

Karena komunikator sebagai pengirim informasi perlu menguasai cara-cara penyampaian pikiran baik secara tertulis maupun lisan.

b.     Sikap

Setiap aspek dalam pekerjaan mengaitkan faktor aspek, dalam hal ini sikap komunikator berpengaruh kepada komunikan. Apabila sikap komunikator negatif, akan mengakibatkan informasi yang diberikan menjadi negatif. Dan sebaliknya

c.     Pengetahuan

Pengetahuan yang luas harus dimiliki komunikator, sehingga komunikator dapat memberikan informasi kepada komunikan. Sehingga komunikan mudah mengerti apa informasi yang disampaikan oleh komunikan.

d.     Media yang di gunakan

Dalam media yang digunakan oleh komunikator untuk membantu dalam penyampaian ide, informasi, dan gagasan.

2.     Faktor dari pihak receiver (komunikan)

a.     Keterampilan

Dalam mendengarkan dan membaca pesan yang sangat penting sehingga keterampilan komunikan sangat penting karena berhubungan untuk menerjemahkan suatu informasi, agar dapat dimengerti dengan baik oleh komunikator.

b.     Sikap

Sikap yang diberikan oleh komunikan terhadap komunikator dapat mempengaruhi berjalannya alur informasi efektif atau tidak nya dalam penyebaran informasi tersebut. Sehingga komunikan harus bersikap positif.

c.     Pengetahuan

Jika memiliki pengetahuan yang luas akan mempermudah dalam menerjemahkan informasi yang diterima dari komunikator.

d.     Media yang digunakan

Media komunikasi dapat menentukan pesan yang diterima oleh komunikan, karena berpengaruh dalam menerima ide atau informasi.

 

2.1.3.              Tujuan dan Manfaat Komunikasi

Menurut Purwanto dalam (Citra Gomelan Yuli, 2019). Dalam kehidupan manusia banyak berkomunikasi dengan cara yang berbeda tergantung dengan kondisi yang sedang mereka alami seperti waktu ruang, dan sumber daya yang mereka miliki. Sehingga adanya tujuan dan manfaat dari komunikasi itu sendiri:

1.     Kemampuan dalam manajer dan hubungan sosial dapat meningkat.

2.     Memberikan dan menerima informasi

3.     Menjawab pertanyaan.

4.     Melalui pengorganisasian, dan pengarahan dapat mengubah perilaku dalam hal pola pikir atau tindakan.

 

Dari adanya komunikasi tentunya terdapat tujuan yang ingin dicapai antara pribadi satu sama lain, yaitu :

1.     Menyampaikan informasi

Dalam berkomunikasi, sudah dipastikan bahwa seseorang tersebut memiliki tujuan dan harapan. Menyampaikan informasi kepada orang lain, agar orang yang diberikan informasi tersebut dapat mengetahui sesuatu, hal tersebut salah satu tujuan dan harapan dari menyampaikan informasi.

2.     Berbagi pengalaman

Dalam hal ini juga memiliki tujuan yaitu untuk saling berbagai informasi mengenai pengalaman kepada orang lain sehingga orang yang mendapatkan nya mendapatkan pelajaran dari hal tersebut.

3.     Menumbuhkan simpati

Menumbuhkan simpati merupakan sikap positif yang diperlihatkan oleh hati seseorang untuk merasakan bagaimana penderitaan, musibah, atau kesedihan yang sedang dirasakan orang lain.

4.     Melakukan kerja sama

Melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang pastinya bermanfaat atau menguntungkan bagi kedua belah pihak.

 

5.     Menceritakan kekecewaan atau kekesalan

Hal ini juga dapat digunakan seseorang untuk menceritakan rasa kecewa kepada orang lain.

6.     Menumbuhkan motivasi

Menumbuhkan motivasi kepada orang lain untuk melakukan sesuatu yang baik untuk lingkungan sekitar atau pun diri seseorang tersebut.

 

2.1.4.              Dimensi Komunikasi

Dimensi dalam komunikasi terdiri dari dua bentuk yaitu, komunikasi vertikal dan horizontal, pada pembahasan kali ini hanya membahas mengenai komunikasi vertikal karena mengenai komunikasi antara atasan dan bawahan, dalam komunikasi vertikal terbagi lagi menjadi dua jenis, sebagai berikut:

 

1.     Komunikasi Kebawah

Arus pesan dari atasan atau pimpinan dalam organisasi tersebut kepada para karyawannya. Dalam komunikasi ini untuk menyampaikan beberapa tujuan, yaitu dengan membentuk suatu pendapat, mengurangi dalam kecurigaan yang sering timbul akibat salah informasi, mencegah kesalahpahaman antara pimpinan dan bawahan, dan memberikan lingkungan yang baik untuk para karyawan agar dapat menyesuaikan diri dengan baik.

 

2.     Komunikasi Keatas

Pesan atau informasi yang disampaikan dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang tinggi. Menurut (Studi et al., 2022) jenis komunikasi ini memiliki beberapa fungsi tertentu yaitu:

a.     Dari adanya komunikasi vertikal ini, supervisor dapat mengetahui waktu yang tepat untuk memberikan informasi kepada bawahannya.

b.     Arus komunikasi vertikal ini memberikan informasi yang penting untuk membuat suatu keputusan dalam organisasi.

c.     Komunikasi vertikal ini juga dapat memperkuat loyalitas karyawan terhadap organisasi karena memberikan kesempatan dalam mengajukan ide-ide atau saran-saran untuk mencapai tujuan pada organisasi.

d.     Dalam komunikasi ini memberikan supervisor dapat melihat apakah bawahan mengerti apa yang dimaksud atau diperintahkan.

 

2.2. Motivasi Kerja

Motivasi kerja merupakan suatu dorongan atau keinginan dari dalam diri internal seseorang, yang dapat memberikan daya, dan mengarahkan sikap pada saat melaksanakan tugas dalam bidang pekerjaannya. Dorongan untuk melakukan sesuatu lebih baik dari pada lainnya dalam melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Menurut Mathis dalam (Lindawati, 2021) keinginan dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak disebut motivasi. Biasanya orang bertindak karena suatu alasan untuk mencapai tujuan. Memahami motivasi sangatlah penting karena kinerja, reaksi terhadap kompensasi dan persoalan sumber daya manusia yang lain dipengaruhi dan mempengaruhi motivasi.

Terdapat 2 teknik dalam memotivasi untuk pegawai, salah satunya yaitu Teknik komunikasi persuasif yang merupakan salah satu Teknik memotivasi kerja pegawai yang dilakukan dengan cara mempengaruhi pegawai.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi dorongan yang dari keinginan pada seseorang individu yang merangsang untuk mendorong para pekerja dalam melakukan pekerjaanya sehingga mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi.

 

2.2.1.     Jenis-jenis Motivasi Kerja

Menurut (Studi et al., 2022) terdapat dua jenis dalam motivasi kerja, yaitu:

1.     Motivasi positif

Motivasi positif ini dengan cara manajer atau atasan memotivasi bawahan dengan memberikan sebuah timbal balik berupa hadiah kepada karyawan yang memiliki prestasi yang baik dalam menyelesaikan pekerjaannya. Adanya  motivasi positif ini dapat memberikan semangat bagi pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Pada umumnya setiap individu senang menerima hal-hal yang positif.

2.     Motivasi negative

Motivasi negative ini pimpinan memberikan motivasi kepada pegawainya dengan memberikan punishment kepada mereka yang melanggar peraturan ataupun pegawai yang mengerjakan pekerjaannya yang kurang baik. Dengan adanya motivasi negative ini semangat kerja bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat karena mereka memiliki ketakutan,  tetapi dalam jangka waktu panjang dapat mengakibatkan hal-hal yang kurang baik seperti hanya menimbulkan rasa dendam antara pimpinan dan bawahan.

 

2.2.2.     Faktor-faktor Motivasi

Menurut sutrisno dalam (Citra Gomelan Yuli, 2019), faktor tersebut dapat dibedakan atas faktor intern dan ekstern dari setiap karyawan yang ada, yaitu:

1.     Faktor Intern

Faktor ini dapat mempengaruhi pemberian motivasi pada seseorang yaitu keinginan dapat hidup, keinginan memiliki, keinginan memperoleh penghargaan, keinginan memperoleh pengakuan, keinginan dalam kekuasaan.

2.     Faktor Ekstern

Faktor eksternal yaitu kondisi lingkungan kerja, kompensasi yang sesuai, supervisi yang baik, adanya jaminan dalam bekerja, status, tanggung jawab, peraturan yang memadai.

 

2.2.3.     Indikator Motivasi

Menurut Ardial, dalam (Citra Gomelan Yuli, 2019) Untuk mengukur tolak ukur motivasi karyawan dapat diukur melalui indikator berikut, yaitu:

1.     Gairah kerja

Aktivitas kerja yang diperlihatkan oleh karyawan dengan penuh semangat, disebut gairah kerja. Hal ini memperlihatkan kesungguhan karyawan dalam melakukan tugasnya yang diberikan atasan kepadanya.

2.     Loyalitas karyawan terhadap tugasnya

Seorang pegawai dengan penuh kesadaran memberikan hasil yang terbaik kepada perusahaan nya dengan patuh serta taat kepada pimpinan dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, hal tersebut dapat disebut loyalitas kerja.

3.     Disiplin kerja

Seseorang yang taat kepada peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan dan norma-norma sosial lainnya, tanpa adanya satupun pelanggaran yang dibuatnya.

4.     Produktivitas kerja

Suatu hal yang dilakukan pegawai dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja para pegawai.

3.     Metode yang Digunakan

Dalam tulisan ini menggunakan metode studi pustaka  dengan mengumpulkan data pustaka  melalui jurnal, buku, dan pemikiran tokoh.

4.     Diskusi

              Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh (Arnawa & Heryanda, 2021) bahwa secara signifikan komunikasi atasan kepada bawahan memberikan pengaruh yang positif terhadap motivasi karyawan pada bank BRI Cimahi. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang disampaikan oleh Robbins ia menyatakan sangat diperlukannya komunikasi dalam dunia kerja dengan adanya komunikasi dan menjalin komunikasi yang positif dapat meningkatkan motivasi kerja para pegawai, komunikasi ini mampu dijadikan alat untuk menjelaskan secara rinci pegawai yang harus dilakukan oleh pegawai, sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang akan terjadi.

              Instruksi tugas yang diberikan oleh atasan, secara jelas kepada para bawahannya Berdasarkan hasil penelitian kualitatif yang dilakukan (Madhiah, 2012) bahwa instruksi yang digunakan dalam bentuk lisan, untuk perintah atau himbauan yang disampaikan langsung kepada bawahan. Hal ini terlihat saat atasan memberikan instruksi kepada para bawahan.

              Berdasarkan Analisa penulis, instruksi yang dilakukan oleh atasan berjalan sesuai dengan apa yang diminta atau tujuan organisasi tersebut. Pesan yang disampaikan  dapat bervariasi. Sedangkan dalam bentuk himbauan, adanya pernyataan dari atasan yang menyampaikan segala sesuatu yang sebelumnya sudah baik atau positif, untuk dilanjutkan dan tetap menjaga dalam pengerjaannya agar dapat meningkat lebih baik lagi. Hal ini tertulis pada pernyataan (Linsufiie, 2010) dalam (Madhiah, 2012) yang mengatakan bahwa seorang pemimpin atau atasan memiliki kapabilitas atau keahlian dimana ia mampu menggerakkan bawahan dengan bentuk perintah, otoritas, himbauan, dan motivasi.

              Instruksi tugas yang diberikan atasan, sebaiknya tidak sebatas memberikan informasi dalam bentuk garis besarnya, sebaiknya informasi yang disampaikan itu secara jelas dan spesifik agar pegawai dapat mengerti apa-apa saja yang harus dikerjakan. Apabila informasi yang diberikan oleh pimpinan hanya sebagian informasi saja, maka dikhawatirkan pegawai akan menyisakan pertanyaan. Ditakutkan pegawai malu untuk bertanya karena takut dianggap tidak cerdas oleh pimpinannya. Sehingga akan membuat rasa percaya diri pegawai runtuh yang akhirnya atasan berpikir tidak mampu untuk mengerjakan pekerjaannya. Hal tersebut didukung oleh (Denny, 2010) pada (Madhiah, 2012) bahwa komunikasi yang buruk dapat memberikan hasil yang negatif, begitupun sebaliknya jika komunikasi yang efektif pasti memberikan hasil yang positif. Apabila adanya gangguan dalam pemberian pesan dari atasan kepada bawahan maka pimpinan perlu memperhatikan cara penyampaian pesan yang efektif, sebaiknya pimpinan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pegawai. Jika pimpinan tidak memiliki informasi yang diminta oleh pegawai maka atasan perlunya berkata jujur jika tidak memilikinya dan akan mencari informasi tersebut.

              Cukup mudah dalam hal instruksi penugasan dari seorang atasan, jika pegawai sadar akan apa yang diharapkan, kenapa hal tersebut dilakukan dan kapan diperlukan. Apabila pegawai tidak yakin mengenai kedua aspek tersebut, maka dapat mengajukan pertanyaan kepada atasan. Namun, apabila dalam pekerjaan yang sedang dilakukan banyak kesulitan yang dirasakan pada para pegawai dalam mendapatkan informasi dari atasan. Hal ini dikarenakan bawahan untuk menyembunyikan perasaan dan ide nya.

              Informasi mengenai hasil kerja pegawai yang telah disampaikan atasan, baik dalam bentuk kritikan ataupun pujian. Hal tersebut adalah bentuk koreksi dari atasan, baik dalam ketepatan kata-kara yang digunakan maupun susunan kalimat terhadap surat-surat yang masuk.

              Menurut analisis dari penelitian tersebut, berjalanya kegiatan komunikasi melalui surat sudah sesuai. Atasan mampu memperbaiki hal yang sifatnya kecil tetapi dampak yang akan datang besar. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan dapat diketahui keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan.

              Respon yang baik juga sangat penting dan perlu diperhatikan, untuk menambah motivasi atau semangat kerja pegawai. Menurut Joewono dalam (Madhiah, 2012) mengatakan bahwa responsif terhadap suatu masalah yang penting merupakan hal yang positif, tetapi jika terlalu cepat dalam bereaksi tanpa adanya pemikiran atau perencanaan yang baik akan memberikan kesan yang negatif karena kurangnya kemampuan dalam menguasainya. Dari hal tersebut dapat diambil bahwa seorang atasan dapat menjadi pendengar yang aktif dan mampu menganalisis setiap informasi yang didapat.

              Pola komunikasi atasan dalam membangun motivasi kerja pegawai bank, dalam penilaian penulis sudah sangat baik karena komunikasi atasan mampu membangun rasa semangat kerja pegawai. hal ini terlihat dari hasil kinerja yang dihasilkan oleh pegawai serta apresiasi yang diberikan oleh atasan kepada bawahannya. Dengan adanya apresiasi yang diberikan oleh atasan direspon secara positif oleh pegawai.

              Pola komunikasi yang dilakukan atasan dapat membuat interaksi yang baik di lingkungan kantor bank tersebut. Hal ini terlihat dari pelaksanaan kerja yang baik, saling membantu, dan saling memberikan saran demi kemajuan bersama.

 

5.     Kesimpulan

                 Penulis dapat menyimpulkan bahwa pola komunikasi yang dilakukan atasan kepada bawahan dalam kantor bank BRI Cimahi, membangun motivasi kerja bawahan adalah pola komunikasi yang digunakan secara vertikal. Pola komunikasi vertikal terlihat dari adanya penyampaian tugas dilakukan oleh atasan kepada bawahannya yang berupa perintah. Bentuk komunikasi vertikal ini dapat membangun motivasi kerja pegawai, hal ini terlihat dari semangat kerja pegawai, terciptanya interaksi yang harmonis pada kantor bank BRI Cimahi.

 

6.     Daftar Pustaka

Arnawa, I. M. P., & Heryanda, K. K. (2021). Pengaruh Komunikasi Dan Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Bank. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3(1), 56–64. https://doi.org/10.23887/pjmb.v3i1.29295

Atmaja, S., & Dewi, R. (2018). Komunikasi Organisasi (Suatu Tinjauan Teoritis Dan Praktis). Inter Komunika : Jurnal Komunikasi, 3(2), 192. https://doi.org/10.33376/ik.v3i2.234

Citra Gomelan Yuli. (2019). Pengaruh Motivasi Dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bank Sumut Kantor Cabang Koordinator Medan.

David. (2011). Universitas Kristen Petra Surabaya. Dimensi Interior, 8(1), 44–51. publication.petra.ac.id/index.php/sastra-tionghoa/article/view/121%0D

Julian. (2017). PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT . CHAROEN POKPHAND INDONESIA DIVISI FOOD SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi ( S . M .) Program Studi Manajemen Oleh : MUHAMMAD JU.

Lindawati. (2021). Pengaruh Komunikasi Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada Pt. Pos Indonesia (Persero) Mataram. https://repository.ummat.ac.id/2241/

Madhiah, U. I. N. S. S. K. R. (2012). Pola komunikasi pemimpin dalam membangun motivasi kerja pegawai kantor kelurahan wonorejo kota pekanbaru skripsi.

Studi, P., Syariah, P., & Rohmah, S. Z. (2022). BANK BRI KCP UNIT KALISAT FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM JANUARI 2022.

 


 

Lampiran:

 



 

Komunikasi Antar Atasan dan Bawahan Terhadap Motivasi Kerja di Bank BRI Cimahi

  Communication Between Superiors and Subordinates on Work Motivation at Bank BRI Cimahi Komunikasi Antar Atasan dan Bawahan Terhadap Moti...